Oleh Aleks Waine
Manusia awal dikandung ibunya, musti memiliki sejarah kepada kedua orang tuanya yang harus diwariskan kepada anak yang masih dikandungan ibunya,seketika anak itu melahirkan oleh ibunya, kedua orang tua, tidak mungkin tidak, harus menceriterakan sejarah itu, agar supaya anak tersebut bisa pegan sejarah yang kedua orang tua wariskan itu.
Mengapa? Sebab lantaran sejarah itu keselamatan hadir didalam hidup dan kehidupan generasi penerus bangsa kita nantinya.
Saudara-saudari para pelajar dan mahasiswa-mahasiswi dengan tanpa politik maka sama dengan menyerahkan masa depan anak cucuh kita pada orang lain maka berpolitiklah agar kita semuanya dapat ikut hak menentukan nasib bangsa kita WEST PAPUA.
HARAPAN ALEKS
pace,mace, kemari, merapatkan barisan,kitorang satukan, tra memandang, ko dari pantaikah, ko dari gunungkah, ko dari daratkah, lautkah, sawahkah, bagimanakah.yang penting selagi berjuang kita harus melibatkan diri dalam perjuangan kita, kalo bukan kitorang siapa lagi,kalau bukan sekarang kapan lagi kembalikan kita pu sejarah perjuangan hak menentukan nasib sendiri bangsa west papua.
Kawan, trabisa kah apa, kita sendiri jadi tuan diatas kita pu negeri sendiri
Jumat, 15 April 2016
MANUSIA DILAHIRKAN UNTUK DIPERJUANGKAN
Oleh Aleks Waine
Manusia awal dikandung ibunya, musti memiliki sejarah kepada kedua orang tuanya yang harus diwariskan kepada anak yang masih dikandungan ibunya,seketika anak itu melahirkan oleh ibunya, kedua orang tua, tidak mungkin tidak, harus menceriterakan sejarah itu, agar supaya anak tersebut bisa pegan sejarah yang kedua orang tua wariskan itu.
Mengapa? Sebab lantaran sejarah itu keselamatan hadir didalam hidup dan kehidupan generasi penerus bangsa kita nantinya.
Saudara-saudari para pelajar dan mahasiswa-mahasiswi dengan tanpa politik maka sama dengan menyerahkan masa depan anak cucuh kita pada orang lain maka berpolitiklah agar kita semuanya dapat ikut hak menentukan nasib bangsa kita WEST PAPUA.
HARAPAN ALEKS
pace,mace, kemari, merapatkan barisan,kitorang satukan, tra memandang, ko dari pantaikah, ko dari gunungkah, ko dari daratkah, lautkah, sawahkah, bagimanakah.yang penting selagi berjuang kita harus melibatkan diri dalam perjuangan kita, kalo bukan kitorang siapa lagi,kalau bukan sekarang kapan lagi kembalikan kita pu sejarah perjuangan hak menentukan nasib sendiri bangsa west papua.
Kawan, trabisa kah apa, kita sendiri jadi tuan diatas kita pu negeri sendiri
Kamis, 07 April 2016
IMAPENAPANDODE GORONTALO SUKSES MERAYAKAN PERAYAAN PASKAH
Ikatan mahasiswa pelajar Nabire, Paniai, Dogiyai,dan Deiyai sebagai anak-anak yang percaya kepada Tuhan, maka hari ini Rabu 06 april 2016 semua Anggota IMAPENAPANDODE dapat berpartisipasi dalam perayaan tersebut.Yang dipusatkan diKontrakan Meeyoka 01 limboto.
Dalam kedua perayaan ini hadir ratusan mahasiswa/i asal Meepago yang sementara berstudy dikota Gorontalo,harapan kami kedepan Meepago kota bersejarah Injil yang lebih baik dan aman.
Pada hari ini kebetulan kami merayakan perayaan paskah bersama solidarity IMAPENAPANDODE kota study Gorontalo, namun diingat pada sejarah injil masuknya dimeepago yang jatuh pada hari ini rabu tanggal 06 april 2016, maka itu kami akan melakukan kedua perayaan itu bersama, mengapa saya katakan demikian,sebab injil masuk DiMeepago untuk menyelamatkan kami dari dosa dan juga Agama satu-satunya adalah identitas kami yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristu (Kristen) katanya panitia perayaan.”Paulinus Tebai
Memang saya terharu dengan kedua kegiatan ini, sebab kami sebagai mahasiswa/i bilaperlu mengangkat sejarah-sejarah Injil Masuk dimeepago seperti saat detik ini,agar masyarakat kami boleh mengetahui apa dan bagimana sejarah masuknya Injil Di Meepago.kata sambutan Badan Pengurus Kordinator Wilayah Gorontalo.”Petrus Dogomo.
Harapan kami,seusai study untuk implementasikan dimasyarakat meepago yang tidak memahami bagaimana itu sejarah Injil masuk di meepago,dan kegiatan semacam ini kami rasa boleh untuk Implementasikan ditengah-tengah masyarakat kami Meepago nantinya
Penulis: Aleks Waine
Rabu, 16 Maret 2016
Di Sidang Dewan HAM, Solomon Minta PBB Turun ke Papua
TEMPO.CO, Jayapura - Sidang
Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) ke-31 di Jenewa, Swiss berlangsung sejak
29 Februari hingga 24 Maret mendatang. Berbagai issu HAM di berbagai
negara anggota PBB disampaikan dalam sidang ini. Salah satunya, isu HAM
di Papua yang disampaikan oleh Kepulauan Solomon.
Dalam sesi pleno 15 Maret, Barrett Salato yang menjadi Ketua delegasi Kepulauan Solomon di sidang Dewan HAM PBB menyampaikan beberapa isu HAM di Papua yang menjadi perhatian bukan saja Kepulauan Solomon, namun juga Melanesia Spearhead Groups (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF).
“Kami sangat menghargai pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua. Melalui Otonomi Khusus ini, banyak sumberdaya pembangunan yang disediakan untuk Papua, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kami juga mengapresiasi meningkatnya perhatian Presiden Indonesia, Joko Widodo kepada Papua sejak ia terpilih sebagai presiden,” kata Barrett Salato.
Meski demikian, lanjut Barrett Salato, negaranya memiliki kepedulian besar pada berbagai laporan tentang penahanan, pembunuhan, penyiksaan dan pembatasan kebebasan berekspresi dan berkumpul yang terjadi di Papua.
“Hal-hal ini menunjukkan indikasi kuat adanya diskriminasi rasial yang terjadi pada Orang Asli Papua (OAP) di tanah mereka sendiri,” lanjut Barrett Salato.
Kepulauan Solomon dan negara-negara Melanesia, menurut Barrett Salato juga prihatin dengan populasi OAP yang diperkirakan telah menjadi minoritas di Tanah Papua, sekitar 43 persen dari total populasi di Provinsi Papua dan Papua Barat.
“Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk bekerjasama dengan Dewan HAM PBB memprioritaskan akses untuk Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Berekspresi datang ke Papua,” kata Barrett Salato.
Kepulauan Solomon, ujar Barrett Salato, juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk merespons secara positif permintaan Ketua PIF, Peter O’Neill yang juga Perdana Menteri Papua Nugini, untuk mengizinkan misi pencari fakta HAM datang ke Papua untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
Mengenai misi pencari fakta yang merupakan resolusi pertemuan PIF di Port Moresby tahun lalu, Ketua PIF, Peter O’Neill telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo pada akhir Januari lalu untuk berkonsultasi tentang misi pencari fakta itu.
Namun Ketua MSG, Manasye Sogavare, usai bertemu dengan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama di Suva pekan lalu mengatakan belum ada jawaban pasti dari Pemerintah Indonesia.
“Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill, ia mengatakan ia masih berdiskusi dengan Presiden Indonesia, tentang bagaimana PIF bisa mengirimkan misi pencari fakta ke Indonesia,” kata Sogavare.
Dalam sesi pleno 15 Maret, Barrett Salato yang menjadi Ketua delegasi Kepulauan Solomon di sidang Dewan HAM PBB menyampaikan beberapa isu HAM di Papua yang menjadi perhatian bukan saja Kepulauan Solomon, namun juga Melanesia Spearhead Groups (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF).
“Kami sangat menghargai pelaksanaan Otonomi Khusus di Papua. Melalui Otonomi Khusus ini, banyak sumberdaya pembangunan yang disediakan untuk Papua, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kami juga mengapresiasi meningkatnya perhatian Presiden Indonesia, Joko Widodo kepada Papua sejak ia terpilih sebagai presiden,” kata Barrett Salato.
Meski demikian, lanjut Barrett Salato, negaranya memiliki kepedulian besar pada berbagai laporan tentang penahanan, pembunuhan, penyiksaan dan pembatasan kebebasan berekspresi dan berkumpul yang terjadi di Papua.
“Hal-hal ini menunjukkan indikasi kuat adanya diskriminasi rasial yang terjadi pada Orang Asli Papua (OAP) di tanah mereka sendiri,” lanjut Barrett Salato.
Kepulauan Solomon dan negara-negara Melanesia, menurut Barrett Salato juga prihatin dengan populasi OAP yang diperkirakan telah menjadi minoritas di Tanah Papua, sekitar 43 persen dari total populasi di Provinsi Papua dan Papua Barat.
“Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk bekerjasama dengan Dewan HAM PBB memprioritaskan akses untuk Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Berekspresi datang ke Papua,” kata Barrett Salato.
Kepulauan Solomon, ujar Barrett Salato, juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk merespons secara positif permintaan Ketua PIF, Peter O’Neill yang juga Perdana Menteri Papua Nugini, untuk mengizinkan misi pencari fakta HAM datang ke Papua untuk memastikan adanya dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
Mengenai misi pencari fakta yang merupakan resolusi pertemuan PIF di Port Moresby tahun lalu, Ketua PIF, Peter O’Neill telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo pada akhir Januari lalu untuk berkonsultasi tentang misi pencari fakta itu.
Namun Ketua MSG, Manasye Sogavare, usai bertemu dengan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama di Suva pekan lalu mengatakan belum ada jawaban pasti dari Pemerintah Indonesia.
“Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri PNG, Peter O’Neill, ia mengatakan ia masih berdiskusi dengan Presiden Indonesia, tentang bagaimana PIF bisa mengirimkan misi pencari fakta ke Indonesia,” kata Sogavare.
Selasa, 01 Maret 2016
POLRI POLRES NABIRE DIPENJARAHKAN 2 ANAK SD.
![]() |
| ALEKS WAINE |
Kedua anak ini bernama Agustinus Goo anak kelas 6 SD yang hingga saat detik ini masih di tahan di porles nabire. Anak ini di tuduh mencuri hp dan lectop namun kenyataannya barang bukti yang di tudukan belum nyata.
Salah satunya bernama jhon magai anak kelas 5 SD yang di tahan 2 malam dan di keluarkan.
Kawan-kawan media saja masih di intimidasi oleh militer indonesia, media di nabire di jegat oleh militer.
Mohon atvikasinya kawan media dan hukum.
Minggu, 28 Februari 2016
olahraga permainan persahabatan
Senin, 22 Februari 2016
Harapan Pengurus Hendak Dipersiapkan Sebelum Pelantikan Pengurus KNPB KONSULAT GORONTALO
![]() |
| Aleks Waine |
Dengan hormat,
Dengan kesepakatannya,
info sekedar ini, kami menginformasikan bahwa pengurus
KNPB KONSULAT GORONTALO akan mengadakan Pertandingan bola volly, futsal, takrauw
sekaligus persahabatan seluruh kegiatannya dipusatkan disekretariat Puncak jaya, dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
Nama
Kegiatan : PENCARIAN DANA PELANTIKAN PENGURUS KNPB GORONTALO
Sasaran
Kegiatan : Semua mahasiswa/i
Waktu
Pelaksanaan : 23 feb-22maret 2016
Tempat
Pelaksanaan : SEKRETARIAT PUNCAK JAYA
Dengan perincian
diatas dengan itu pula kami memohon Izin Keramaian kepada Kawan-kawan
selaku pengurus KNPB KONSULAT GORONTALO
Demikian yang kami
sampaikan, atas perhatian dan Izinnya kami sampaiakan Terima kasih.
Allah Bangsa Papua Memberkati kita.
Mengetahui,
Ketua KNPB GORONTALO
Sekretaris KNPB GORONTALO
(Lukas Yobee)
(Emanuel
Ukago)
Sabtu, 06 Februari 2016
HARI INI KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) KONSULAT SE-INDONESIA TENGAH MELAKSANAKAN IBADAH PENUTUPAN ALM,OKTOVIANUS POGAU DAN IBADAH ARWAH MANU YOHAME
HARI
INI KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT (KNPB) KONSULAT SE-INDONESIA TENGAH
MELAKSANAKAN IBADAH PENUTUPAN ALM,OKTOVIANUS POGAU DAN IBADAH ARWAH MANU YOHAME
Hari Ini Komite Nasionaal Papua Barat (KNPB) Konsulat
Se-Indonesia tengah,Manado,Gorontalo,Makasar,Kupang atau NTT Bersama
Pelajar,Pemuda,Mahasiswa-Mahasiswi dan Masyarakat Se-Indonesia Tengah Di Luar Papua
Melaksanakan Acara Penutupan Duka atas kepergiannya Alm Tuan Oktovianus Pogau
dan melaksanakan acara duka atas kepergiannya Tuan manu Yohame,bertempat di
sekertariat KNPB KONSULAT INDONESIA TENGAH MANADO.
Acara di mulai pada hari
ini,sabtu 6 Februariari 2016 waktu 17.45- 19.15 waktu indonesia tengah.Dan kata
kata sambutan yang pertama di bawah oleh Ketua KNPB KONSULAT GORONTALO EMANUEL
UKAGO telah menyampaikan bahwa,kami sebagai makhluk sosial yang Tuhan ciptakan
di bumi untuk menjaga Tanah airnya sendiri maka Kami sebagai ras melanesia yang
Tuhan menempat kami di tanah Papua,oleh sebab itu sayanggilah tanah dan rakyat
di papua barat.
Lanjutan...bagaimanapun NKRI
menjalankan tindakan-tindakan tidak memanusiawi yang di lakukan oleh negara
kesatuan repulik indonesia kepada kami rakyat bangsa Papua maka kita juga harus
siap dan ada pada posisi garis pertahan untuk mengembalikan ideoligi bangsa
pupua.tutur kata ketua knpb konsulat emanuel ukago,menyampaikan juga bahwa
rakyat papua mau bebas dari belengu-belengu atau penindasan dan juga mau
merdeka cepat itu ada pada diri
kita.kalau kita sendiri hanya berdiam diri tidak mau berbicara tentang papua
merdeka atau tidak mau bergerak hati untuk membelah kebenaran maka sama saja
dengan Anda sendiri menjual Ibunya sendiri.
Lanjutan...hari ini adalah moment yang penting
bagi kami rakyat bangsa papua,bagaimana cara untuk membatasi elit-elit politik
yang di bentuk dari negara kesatuan repulik indonesia yang tugaskan di papua
untuk memusnakan rakyat papua barat.hal tersebut itu orang luar tidak mungkin
datang menyelesaikan masalah kecuali kami sendiri mengambil ketindakan
Begitupun sambutan dari Laos Alua,Anggota KNPB
KONSULAT INDONESIA TENGAH MANADO,Orang Papua sendiri yang tahu tentang masalah
Papuayang terjadi di papua barat tetapi
di anggap sebagai Ticdak tahu masalah,maka dia sudah mengaku diri sebagai gagal
menjadi orang papua.
Lanjutan Loas Alua..Seketika Tuhan memberikan kebebasan kepada rakyat papua
barat dari Negara kesatuan repulik indonesia,kami akan mendapatkan hasil yang
sebenarnya .maka jangan mudah tervokasi dengan bahasa-bahasa yang menghambat
perjuangan kami rakyat papua barat yang di mainkan oleh Intelijen atau
siapapun.akan tetapi mari kita tingkatkan perjuangan kami dan solidkan barisan
perlawanan untuk melawan negara kesatuan republik ini.
Dan sekali lagi Apapun Tuan Alm Okto Pogau diperjuangkan di bidang jurnalistik
dan Manu Yohame ini untuk bagi kami bangsa papua demi selamatkan semua ciptaan
yang ada disana (Papua) termasuk kami yang sedang mengikuti ibada Arwa ini.
apakah kami tetap pikirkan apa yang sodara Alhm kami Pogau dan Manu Yohame diperjuangkan selama
ini ataukah…. Kami generasi muda Papua yang ada dibiarkan begitu saja supaya di
Tanah Papua di kuasai dari Kapitalisme dan Kolonialisme dari luar PAPUA dan
demikian atas sambutan kami, beri manfaat bagi generasi papua kedepan untuk
Papua harus Merdeka dari Negara Kesatuan Republik Indonesia di Tanah Papua. Dan
Salam
Revolusi sebanyak tiga kali dan Kita Harus Mengakhiri sebagai symbol
perlawanan kami Komite Nasional Papua Barat KNPB konsulat se Indonesia bersama Solidaritas Papua Yang ada.
Semoga pengabdian dan perjuangan beliau mengangkat suara Kaum tak bersuara di
tanah ini melalui kerja jurnalismenya akan terimah oleh Tuhan Allah Bangsa
Papua. Semoga Perjuangan Almarhum akan di kenang dalam sejarah penindasan
bangsa akan dikenang oleh rakyat bangsa papua. Begitupun tak ingin mendengar
kabar buruk dalam perjuangan ini. Tak ingin juga hendak akan berlubang di sisi
sayap perjuangan (Dunia Tulis, jurnalistik). Tak ingin kami tangisi juga atas
hilangnya satu nyawa orang Papua, intelektual muda Papua. Tepat hari ini, 31
Januari 2016, kau menghirupkan dan lepaskan nafas terakhirnya pada pukul 21; 00
waktu Papua, dari Rumah sakit Dian Harapan, Waena, Jayapura.
Segenap Keluarga besar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat
Se-Indonesia Tengah Manado, Gorontalo, Makasar, Kupang atau NTT, bersama
Solidaritas Pelajar, Pemuda, Mahasiswa/Mahasiswi dan Masyarakat yang
sedang berada di luar papua mengucapkan dengan sedalam-dalamnya Turut berduka
cita atas kepergianya Kawan Oktovianus Pogau.Selamat jalan kawan. Semoga
arwahmu diterima di sisinya. Kami akan selalu kagumi namamu atas karya-karyamu
dan akan selalu kami rindukan semua kawan-kawan yang telah berpulang. Sampai
ketemu di alam sana. selamat jalan kawan.
Demikian Duka Nasional, kami
keluarga Besar
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Konsulat
Se-Indonesia Tengah - Manado, Gorontalo, Makasar, Kupang atau NTT, bersama
Solidaritas, Pelajar, Pemuda, Mahasiswa/Mahasiswi dan Masyarakat yang
sedang berada di luar papua. Mengucapkan selamat berduka bagi keluarganya dan
bangsa papua barat yang di tinggalkanNya.
Manado,06/02/2016
“SALAM REVOLUSI”
KITA HARUS
MENGAKHIRI
PENANGGUNGJAWAB
BADAN
PENGURUS
KNPB
KONSULAT SE-INDONESIA TENGAH
EMANUEL
UKAGO
HISKIA MEAGE
KETUA KNPB
KONSULAT GORONTALO
KETUA KNPB KONSULAT INDONESIA TENGAH
Langganan:
Postingan (Atom)







































